Saturday, October 24, 2026

Kereta Api di Bali: Solusi Biar Gak Macet dan Investasi Makin Merata, Anda Wajib Tahu!


Kereta Api di Bali: Solusi Biar Gak Macet dan Investasi Makin Merata, Anda Wajib Tahu!

pandaraprima.com - Siapa sih yang gak suka main ke Bali? Pulau Dewata emang selalu jadi tempat pelarian paling hits buat liburan, chill, atau sekadar nyari suasana baru. Tapi jujur aja, Anda pasti pernah ngerasain keselnya kena macet parah di area Bali Selatan, kan? Nah, isu konektivitas ini ternyata gak cuma bikin emosi pas di jalan, tapi juga jadi perhatian serius dari Bank Indonesia (BI).

BI menilai Bali tuh butuh banget transportasi massal kayak kereta api biar pembangunan dan investasi gak numpuk di situ-situ aja.

Kenapa Bali Butuh Transportasi Massal Kayak Kereta Api?

Menurut Kepala BI Bali, Achris Sarwani, masalah konektivitas ini masih jadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaiin biar pertumbuhan ekonomi di Bali bisa melesat lebih jauh. Selama ini, mobilitas di Bali emang dirasain kurang seimbang. Kalau Anda perhatiin, kawasan selatan kayak Badung, Denpasar, dan Gianyar tuh ramenya udah gak ketolongan, sementara daerah lain masih relatif sepi.

Sebenernya, rencana buat ngebangun jaringan kereta api ini bukan cuma wacana omong kosong doang. Pemerintah lokal tuh udah nge-lock aturan ini secara resmi di Perda Nomor 2 Tahun 2023 tentang RTRW Bali 2023-2043. Khususnya di Pasal 20, udah ditegasin banget kalau Anda emang butuh sistem jaringan kereta api lengkap sampai ke stasiun-stasiun strategisnya.

Adanya jalur kereta api ini diharapkan bisa membuka pintu investasi lebar-lebar ke daerah-daerah di luar Bali Selatan. Jadi, bukan cuma sektor pariwisata aja yang berkembang, tapi sektor perekonomian lainnya juga bisa ketiban rezeki.

Ketimpangan Investasi di Bali yang Cukup Membagongkan

Anda perlu tahu nih fakta dibalik megahnya pariwisata Bali. Saat ini, distribusi modal atau investasi di Bali bisa dibilang sangat gak merata. BI mencatat fakta-fakta angka yang cukup mengejutkan:

1. Sektor Tersier Mendominasi

Sebanyak 98,56 persen investasi di Bali cuma berkutat di sektor tersier, contohnya kayak hotel, restoran, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

2. Terpusat di Bali Selatan

Penanaman modal sengaja ditumpuk di daerah pariwisata aja. Mayoritas 64 persen ada di Kabupaten Badung, 15 persen di Gianyar, dan 10 persen di Kota Denpasar.

3. Sisa Daerah Harus Gigit Jari

Enam kabupaten sisanya di Bali harus ikhlas cuma dapet porsi investasi yang imut-imut banget, yaitu di bawah 3 persen.

Kondisi yang jomplang ini bikin daerah Bali Utara, Timur, dan Barat jadi agak ketinggalan. Padahal kalau ada kereta api, akses mobilitas wisatawan maupun warga lokal bakal jauh lebih gampang dan cepat ke seluruh pelosok pulau.

Tantangan Pendanaan dan Realisasi Investasi Bali

Meskipun udah ada regulasi resminya di Perda, kenyataannya sampai sekarang proyek kereta api ini belum juga terealisasi. Kenapa? Ya apalagi kalau bukan masalah dana! Pendanaan jadi tantangan paling berat buat mewujudkan transportasi massal yang bisa meratakan ekonomi Bali ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bali, I Ketut Sukra Negara, ngejelasin kalau sampai triwulan I-2026, realisasi investasi di Bali udah nembus angka Rp13,31 triliun dari target yang dideketin yaitu hampir Rp48 triliun. Rinciannya:

  • Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Bikin sumbangan sebesar Rp9,04 triliun.
  • Penanaman Modal Asing (PMA): Menyumbang sebesar Rp4,27 triliun.

Pengamat ekonomi Trisno Nugroho juga nambahin, walaupun ada opsi pembiayaan hijau atau inovasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dana dari APBN tetap memegang peranan kunci. Hal ini wajar banget, mengingat Bali menyumbang devisa pariwisata super fantastis sebesar Rp176 triliun pada tahun 2025, dari total nasional yang nyaris Rp320 triliun. Kalau Bali bisa dapet alokasi 3 sampai 5 persen aja dari devisa itu via APBN tiap tahunnya, Bali bisa ngantongin sekitar Rp5 hingga 7 triliun buat bangun infrastruktur pendukung!

Baca juga: Bukan Cuma Bali Selatan, International Financial Center Buka Peluang Investasi di Bali Utara

Rencana Rute Jalur Kereta Api Masa Depan di Bali

Penasaran gak sih rute kereta di Bali bakal lewat mana aja? Berdasarkan Perda Bali Nomor 2 Tahun 2023, rencana jaringan jalur kereta api ini bakal di-breakdown jadi beberapa koridor utama yang siap bikin mobilitas Anda makin praktis:

1. Kawasan Perkotaan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan)

Rutenya lengkap banget dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Mengwi, Nusa Dua, Benoa, Sanur, Renon, sampai Ubud yang siap bikin perjalanan Anda makin santai.

2. Koridor Bali Selatan ke Bali Utara

Jalur penghubung yang melintasi Mengwi-Singapadu-Ubud-Kubutambahan-Singaraja.

3. Jalur Melingkar Mengelilingi Pulau Bali

Rute Gilimanuk-Denpasar via Mengwi; Denpasar-Padangbai via Singapadu-Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; Padangbai-Singaraja via Amed; dan Gilimanuk-Singaraja via Seririt.

Siap Menyambut Perkembangan Tren dan Investasi Masa Depan?

Pemerataan ekonomi dan kemajuan infrastruktur emang penting banget buat nyiapin masa depan yang lebih cerah. Baik buat skala daerah maupun perkembangan bisnis Anda sendiri. Buat Anda yang gak mau ketinggalan update seputar tren terkini, wawasan bisnis, edukasi finansial, hingga tips lifestyle. Langsung aja eksplor melalui Pandara Prima. Dapatkan insight berharga buat mendukung wawasan dan strategi Anda sehari-hari sekarang juga!